BRIN Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Lewat Bimbingan Teknis Pemberdayaan Ekonomi Perikanan Nasional 

BRIN Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Lewat Bimbingan Teknis Pemberdayaan Ekonomi Perikanan Nasional 

Pandeglang-Banten  / 4 Mei 2026 – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat” dengan fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Perikanan Nasional. Kegiatan ini berlangsung pada 4, Mei 2026 di gedung PGRI Cibungur kecamatan Sukaresmi kabupaten Pandeglang, provinsi Banten.dan diikuti 120 peserta dari kelompok nelayan, desa' sidamukti kecamatan Sukaresmi, pembudidaya ikan, UMKM olahan hasil laut, serta penyuluhan perikanan dari berbagai daerah.

Bimtek ini dirancang untuk menjembatani hasil riset BRIN dengan kebutuhan Ril masyarakat pesisir, desa.sidamukti. Dan Ketua HNSI, bapa Dede Widarso. Di hadiri ibu ADE ROSI dari DPRRI komisi sepuluh, Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Dr. Ahmad Fauzi, http://M.Si., menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi biru yang berkelanjutan. 

“Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. Melalui bimtek ini, kami pastikan inovasi BRIN seperti pakan ikan berbasis maggot, teknologi bioflok hemat air, dan sistem rantai dingin mini untuk nelayan tradisional bisa langsung diadopsi masyarakat,” tegas Dr. Ahmad dalam sambutannya.  

*Materi dan Narasumber*  
Selama tiga hari, peserta mendapat pembekalan intensif meliputi:  
- *Teknologi Tepat Guna*: Penerapan bioflok generasi ke-3, sensor kualitas air IoT murah, dan formulasi pakan mandiri dari limbah perikanan  
- *Hilirisasi Produk*: Teknik pengemasan vakum, sertifikasi halal dan BPOM untuk UMKM olahan ikan, serta strategi branding produk lokal  
- *Akses Pasar & Permodalan*: Simulasi ekspor via platform digital, skema KUR sektor kelautan, dan kemitraan dengan offtaker industri  
- *Kelembagaan*: Penguatan koperasi nelayan berbasis data dan manajemen risiko iklim  

Narasumber berasal dari Periset BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, praktisi startup aquatech eFishery, serta perwakilan Bank BRI.
  
Capaian yang di harapkan masyarakat 
BRIN menargetkan setelah bimtek ini:
  
 Terbentuk 15 kelompok percontohan pengguna teknologi bioflok di desa sidamukti.kecamatan Sukaresmi.kabupaten Pandeglang Banten.

Peningkatan 30% efisiensi pakan pada 50 pembudidaya peserta  
 Lahirnya 20 produk olahan ikan baru yang siap sertifikasi dan masuk pasar digital, 
 Database kapasitas pengguna riset yang terintegrasi dengan sistem BRIN untuk pendampingan lanjutan  

*Komitmen Keberlanjutan*  
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Masyarakat BRIN, Ir. Siti Nurhaliza, M.T., menambahkan bahwa BRIN akan melakukan monitoring 6 bulan pasca-bimtek. “Kami siapkan klinik konsultasi daring gratis dan hibah alat tepat guna tahap awal bagi kelompok yang progresif. Ini bentuk akuntabilitas BRIN agar riset benar-benar mengangkat ekonomi rakyat,” ujarnya.  

Salah satu peserta, Pak sukenda, Ketua Kelompok Nelayan Mina Bahari sidamukti kecamatan Sukaresmi kabupaten Pandeglang Banten. mengaku terbantu. “Biasanya kami gagal di pemasaran. Di sini diajari cara foto produk, bikin narasi di TikTok, sampai hitung HPP. Ilmunya langsung bisa dipraktikkan,” kata pak sukenda.
   
Program ini merupakan bagian dari agenda BRIN “Riset untuk Rakyat” 2026 yang menargetkan 10.000 penerima manfaat teknologi di sektor pangan. BRIN membuka kolaborasi dengan pemda dan swasta untuk replikasi bimtek di wilayah pesisir lain.  

.Asep Kurniawan.