GWI Sorot Dugaan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Di Cikiruh Wetan Tak Sesuai Spek Dan Abaikan APD

GWI Sorot Dugaan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Di Cikiruh Wetan Tak Sesuai Spek Dan Abaikan APD

Justice-post.com
Pandeglang-Banten / Dalam pengerjaan Pembangunan kampung nelayan merah putih titik lokasi desa Cikiruh Wetan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, Pihak pelaksana PT.Tirtha Wandhira Utama, Konsultan pengawas: CV.Ajiz Tama Raya Consultan dengan Nilai Proyek RP. 12 Milar lebih Sumber dana APBN 2025 Diduga kuat tidak sesuai spesifikasi dan menggunakan material yang tak sesuai spek alias asal jadi (Ajad)

Pasalnya." Tim Investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) bekali kali turun kelokasi pekerjaan dan menemukan beberapa kejanggalan.

Dugaan: 


1. Pembikinan selokan langsung adukan semen tanpa ada lantai dasar pasir ukuran 0,05.
2.Diduga kurangnya pemadatan.

3.Kualitas paving blok diduga kuat tidak sesuai spesifikasi memakai KW 3

4.Para pekerja tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) dengan lengkap.

Salah satu pekerja yang tak disebutkan inisialnya mengatakan." Kami hanya kerja sesuai perintah tidak tau apa-apa ucapnya.


A.Umaedi ketua lembaga investigasi Negara (LIN) pandeglang mengomentari." Dalam pelaksanaan pekerjaan ini kuat dugaan kami dikerjakan asal jadi (Asjad) melihat hasil penelusuran, tidak usah bicara jauh kita lihat pekerja saja tidak dilengkapi APD bagai mana hasil sesuai spek hal APD tidak lengkap saja pihak pelaksana dan konsultan diam, Ini anggaran besar jangan hanya hambur hambur uang negara tegasnya.

Raeynold Kurniawan ketua Gabungannya Wartawan Indonesia DPC Pandeglang mengatakan." Proyek negara yang dikerjakan "asal jadi" (kualitas rendah, serampangan, atau tidak sesuai spesifikasi) memiliki dampak merugikan yang luas, baik secara finansial, sosial, maupun keselamatan publik jadi kami meminta pihak dinas terkait panggil pihak pelaksana dan konsultan berikan sanksi tegas dan kami pastikan akan layangkan surat kedinas terkait untuk permohonan konferensi terkait pembangunan proyek tersebut tutup ketua GWI pandeglang.


Sampai berita ini di terbitkan pihak media masih mengupayakan untuk bisa hak jawab dari pihak pelaksana maupun konsultan pengawas.


Reporter:  Juwen