Hari Kebebasan Pers Sedunia: Menjaga Marwah Kebenaran di Tengah Arusnya Informasi

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Menjaga Marwah Kebenaran di Tengah Arusnya Informasi

Tembilahan Riau, 5 Mei 2026--- Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 3 Mei, menjadi pengingat penting tentang peran vital pers bebas dan independen dalam kesehatan masyarakat global. 

Asal mula hari penting ini berasal dari tahun 1991, saat seminar UNESCO di Windhoek, Namibia. Jurnalis Afrika berkumpul untuk membahas pengembangan pers bebas, independen, dan pluralistik. Deklarasi Windhoek yang dihasilkan menjadi dokumen landmark dalam perjuangan kemerdekaan media.

Pada tahun 1993, Majelis Umum PBB, mengikuti rekomendasi dari Konferensi Umum UNESCO, secara resmi memproklamirkan tanggal 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia. Ini dimaksudkan untuk mengingatkan pemerintah akan kewajiban mereka untuk menghormati dan menegakkan hak kebebasan berekspresi seperti yang tercantum dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948,

Hari Kebebasan Pers Sedunia diperingati untuk menekankan pentingnya kebebasan pers dan perlindungan awak media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Pers adalah pilar keempat demokrasi yang vital, dan kebebasan pers adalah hak masyarakat untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Masyarakat Indonesia merindukan pers yang edukatif, berintegritas, dan berani menyuarakan ketimpangan sosial. Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga kebebasan berpendapat dan mendukung jurnalisme yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab.

4 Mei 2026. Sebelumnya, Wartawan  menghubungi Rahman, Ketua DPP TOPAN RI (Dewan Pimpinan Pusat Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Wilayah Sumbagut, untuk berbagi pandangannya terkait Hari Kebebasan Pers Sedunia. Dalam dialog wawancara, Rahman menyatakan komitmen DPP TOPAN RI Sumbagut untuk mendukung independensi pers dan mengawasi aset-aset negara bersama awak media. "Pers adalah mitra strategis kami dalam mengawasi aset-aset negara. Jangan biarkan kegelapan menguasai ruang publik kita. Mari kita jadikan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini sebagai momentum untuk berdiri tegak di samping para pembawa berita," ujar Rahman Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp,

Wartawan  juga mencoba menghubungi Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, melalui WhatsApp, dan Alhamdulillah mendapatkan sambutan baik serta support dari Wilson Lalengke yang sangat terkenal kritis dan berani dalam menyuarakan suara rakyat di kanca nasional hingga internasional. Dalam tulisannya, Wilson Lalengke menekankan pentingnya kebebasan pers sebagai hak asasi manusia universal. “The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right “ atau jika diterjemahkan menggunakan bahasa Indonesia berati, "Oksigen Demokrasi: Mengapa Kebebasan Pers adalah Hak Asasi Manusia Universal" Ini adalah judul tulisannya yang menyoroti peran vital pers dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Kebebasan pers bukanlah sekadar hak istimewa, melainkan fondasi bagi demokrasi yang sehat. Pers yang bebas dan independen adalah pilar penopang transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam tata kelola negara. Tanpa kebebasan pers, korupsi akan merajalela, hak-hak warga negara terabaikan, dan demokrasi hanya menjadi ilusi. Mari kita tegakkan kebebasan pers sebagai hak asasi manusia yang tak dapat diganggu ganda.

"Pers bertindak sebagai 'pengawas', memegang mereka yang berkuasa dan mengekspos penyalahgunaan kekuasaan. Dalam demokrasi, pers menyediakan oksigen informasi yang diperlukan bagi warga untuk membuat keputusan yang tepat," tambah Wilson Lalengke.

Setelah mendapatkan narasumber Rahman ketua DPP TOPAN RI dari kota Pekanbaru baru Riau dan Wilson Lalengke Sebagai Ketua Umum PPWI dari Jakarta, kemudian Untuk melengkapi informasi terkait dunia Jurnalistik di Kabupaten Indragiri hilir Riau, Media pun menghubungi beberapa narasumber lain nya terkait Profesional pers dan Instansi pemerintah sebagai sinergitas.

Narasumber berikutnya adalah Bapak Eko Budi Setiawan, Kepala Bea Cukai Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. "Media memiliki peran penting dalam mempromosikan kebebasan berekspresi di Riau, baik melalui pemberitaan di media cetak maupun media online. Kami berharap pemberitaan yang disampaikan kepada pemerintah tetap berdasarkan data dan fakta yang terukur serta akurat," ujar Eko Budi Setiawan dalam wawancara dengan Tim Media

Eko Budi Setiawan juga menambahkan bahwa Bea Cukai Tembilahan sangat menyambut baik pemberitaan media karena dapat menjadi masukan dan kritik yang konstruktif bagi mereka untuk melakukan perbaikan.

"Kami akan tetap terbuka terhadap pemberitaan media. Jika terdapat informasi tentang kami, kami berharap pihak media dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Dengan demikian, pemberitaan yang disampaikan sudah didukung data dan fakta yang valid sehingga kritik yang diberikan benar-benar membangun," tambah Eko Budi Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Eko Budi Setiawan juga mengucapkan selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia kepada seluruh insan pers di seluruh dunia Khususnya Di kabupaten Indragiri hilir Riau Indonesia yang kita cintai ini katanya menutup sesi wawancara 

Wartawan juga Mengunjungi Salah seorang wartawan senior, yang hal ini terkait selaku ketua GWI - Inhil (Gabung Wartawan Indonesia - Inhil) Indra Syahputra.

Ada 2 pertanyaan tim media Terhadap Indra Syahputra ketua GWI Inhil ini, 
1. Apa tantangan terbesar bagi wartawan di Riau dalam menjalankan tugasnya?
2. Apa harapan bapak terkait pers di Inhil ini, khususnya untuk Anggota Pers yang tergabung dalam Organisasi GWI Inhil?

Indra Syahputra menjawab pertanyaan Wartawan yang bersilahturahmi dengan nya (5 Mei 2026) "Berbicara Tantangan dunia jurnalistik saat ini, menurut saya selaku ketua GWI - Inhil adalah terkait soal Internal dan external," ujar Indra Syahputra.

"Internal di bidang jurnalis yang dimaksud adalah Agar sesama saling menghargai atas sesama jurnalis dalam melakukan tugas sebagai kontrol sosial, Kemudian external nya adalah bagaimana seorang Jurnalis/ wartawan harus bisa menciptakan sinergitas dengan tokoh masyarakat, Pemuka agama, pengusaha Pejabat pemerintah hingga APH," tambah Indra Syahputra.

"Harapan saya, Semoga Insan media Khususnya di Wilayah Inhil Riau ini, bisa tetap profesional dan lebih profesional melakukan tugas tugas Mulia nya sebagai pilar ke 4 Demokrasi di negara kesatuan Republik Indonesia ini...!!" tutup Indra Syahputra.

M.Sutisna