Heboh! Dirut BUMD PT TNG Diduga Aktor Di Balik Ancaman Aktivis LSM.

Heboh! Dirut BUMD PT TNG Diduga Aktor Di Balik Ancaman Aktivis LSM.

justice-post.com
Tangerang/Dunia aktivis Banten kembali bergolak. Seorang aktivis LSM, Iwan, mengaku mendapat ancaman serius hingga bernada menghilangkan nyawa dari seseorang bernama Umar. Isu ini semakin panas setelah muncul dugaan bahwa aktor di balik ancaman tersebut adalah Direktur Utama BUMD PT TNG.

Dugaan itu mencuat lantaran Iwan dan sejumlah aktivis sebelumnya mempersoalkan proses pengangkatan serta keberadaan Dirut PT TNG yang dinilai janggal oleh banyak pihak. Mereka mempertanyakan transparansi, prosedur, dan kelayakan pengangkatan tersebut, yang dianggap sarat kepentingan politik dan minim keterbukaan publik.

Menurut Iwan, ancaman itu disampaikan Umar melalui sambungan telepon dengan bahasa arogan, bahkan menyebut akan “menginjak kepala sampai tewas”. “Kami ini aktivis, bukan kelas kacangan. Penjara sudah biasa bagi kami, bukan karena kriminal, tapi karena menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat,” tegas Iwan.

PT TNG sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Tangerang yang bergerak di bidang pengelolaan parkir, perparkiran modern, dan sejumlah unit usaha lainnya. Sejak awal pengangkatan Dirut yang sekarang, gelombang kritik bermunculan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian prosedur hingga penilaian bahwa figur tersebut tidak memenuhi kriteria profesional yang dibutuhkan.

Iwan menuding ada upaya provokasi yang sengaja dilakukan untuk memecah belah gerakan aktivis demi mempertahankan posisi di perusahaan daerah tersebut. Ia mengaku sudah berupaya kooperatif dan menahan pemberitaan keras di media, namun justru diserang balik.

Merespons kejadian itu, Aliansi LSM Provinsi Banten menyatakan akan bergerak ke Kota Tangerang untuk menemui Wali Kota dan pejabat berwenang. Iwan juga menegaskan akan melaporkan ancaman tersebut ke pihak kepolisian dengan pendampingan pengacara dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) perwakilan Banten.

“Kalau ini memang permainan adu domba demi kepentingan jabatan, kami siap melawan. Ini sudah ‘perang’, dan kita lihat siapa yang benar di mata hukum,” tandasnya.


Red.