Diduga Kades Montor Tidak Peduli Terhadap Simbol Negara Dan Disinyalir Merendahkan Kehormatan Negara Dengan Memasang Bendera Merah Putih Yang Disinyalir Kusam Dan Sudah Sobek.

Diduga Kades Montor Tidak Peduli Terhadap Simbol Negara Dan Disinyalir Merendahkan Kehormatan Negara Dengan Memasang Bendera Merah Putih Yang Disinyalir Kusam Dan Sudah Sobek.

justice-post.com
Pandeglang-Banten/Pemasangan bendera merah putih di kantor desa bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air, serta memperingati hari-hari besar nasional.

Dengan memasang bendera merah putih yang layak, kantor desa menunjukkan rasa hormat dan kebanggaan terhadap negara, serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Tapi sialnya diduga Kantor desa montor kecamatan pagelaran kabupaten Pandeglang provinsi Banten malah memasang bendera merah putih yang sudah kusam dan sobek.

Pasalnya ketika awak media mendatangani kantor desa tersebut pada-Jumat-04-07-2025. Terlihat bendera merah putih yang terpadu di kantor desa montor nampak kusam dan robek.

Raeynold Kurniawan ketua GWI Gabungnya wartawan Indonesia DPC Pandeglang mengatakan." Kantor desa, sebagai kantor pemerintahan, wajib memasang bendera merah putih yang layak, sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. 
Penjelasan Lebih Lanjut:
Kewajiban:
Pasal 9 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2009 secara tegas menyatakan bahwa bendera negara (merah putih) wajib dikibarkan pada setiap hari di kantor-kantor pemerintah, termasuk kantor desa. Dan Kualitas Bendera yang dipasang harus dalam kondisi layak, tidak boleh rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam Tegasnya

Lanjut Raeynold mengatakan."Kalo benar desa tersebut memasang bendera yang kusam patut diduga Oknum kadesnya  telah melakukan penodaan terhadap bendera negara yang memiliki konsekuensi hukum.Dan disinyalir tidak patriot dan tak mencintai negara pungkasnya.

Dan Sampai berita ini di terbitkan pihak awak media masih berusaha untuk bisa menemui sang kades untuk konfirmasi terkait hal tersebut.


Reporter: Hasan Subandi.