GWI Soroti Pekerjaan Revitalisasi SMP IT Nurul Yaqin - Patia Diduga Asjad Dan Abaikan APD

GWI Soroti Pekerjaan Revitalisasi SMP IT Nurul Yaqin - Patia Diduga Asjad Dan Abaikan APD

Pandeglang-Banten kamis-21-05-2026 /Pembangunan revitalisasi sekolah bertujuan untuk memperbaiki dan memodernisasi sarana prasarana agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Transformasi fisik ini memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan yang layak dan mampu meningkatkan semangat belajar siswa serta kinerja tenaga pengajar. Dan dalam pengerjaannya wajib sesuai RAB/Spek.

Tapi sialnya." Diduga dalam pengerjaan program revitalisasi sekolah 2026, Dari kementerian pendidikan dasar dan menengah direktorat jenderal pendidikan anak anak usia dini, pendidikan dasar,dan pendidikan menengah direktorat sekolah menengah pertama. Pengerjaan Pembangunan ruang kelas baru,toilet, rehabilitasi ruang kelas,guru,ruang TU,Leb dan ruang LKS SMP IT Nurul Yaqin kecamatan Patia kabupaten Pandeglang Banten, Dengan nilai anggaran Rp.2.344.749.000.- Pihak pelaksana panitia pembangunan satuan diduga dikerjakan asal jadi (Asjad) dan sialnya lagi para pekerja tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri).

Pasalnya." Saat tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) pandeglang mendatangi lokasi pekerjaan terlihat para pekerja tidak memakai APD lengkap dan parahnya para pekerja di ketinggian tidak memakai alat Septy,serta disinyalir dalam pemasangan batu pondasi awal tidak memakai alas atau lantai kerja, seyogyanya sebelum pemasangan batu pondasi awal harus diberikan lantai kerja urugan pasir 0,05 baru diberikan adukan semen dan pasir sebelum batu pondasi diletakan tapi diduga kuat dalam pekerjaan ini hal tersebut tidak dilakukan.

Dan lebih sangat disayangkan para pekerja saat dikonfirmasi oleh pihak tim investigasi GWI semua bungkam baik terkait pekerjaan maupun di tanya siapa pengawasnya, Seolah olah  telah disetting untuk bungkam bila dikonfirmasi oleh pihak media.

Tim investigasi pun mengambil langkah mendatangi kediaman Kepala SMP IT Nurul Yaqin dengan tujuan untuk konfirmasi agar pemberitaan berimbang, Tetapi semua akses tertutup di kediamannya pun pihak kepala tidak bisa ditemui terkesan semua menghindar tutup diri bila ditemui oleh pihak media.

Raeynold Kurniawan ketua GWI pandeglang angkat bicara." Pelaksanaan revitalisasi sekolah wajib dijalankan secara transparan dan akuntabel. Pengelola satuan pendidikan dilarang menutup diri dan wajib terbuka dalam memberikan konfirmasi kepada media untuk menghindari mis informasi serta dugaan pelanggaran hukum tegasnya.

Ini dari pekerja bungkam pihak kepala SMP IT Nurul Yaqin seolah menghindar dari pihak media ada apa ini seolah olah alergi atau sengaja menutup diri. Dan kami pastikan dari hasil temuan tim investigasi GWI, Akan kami kawal sampai ada kejelasan baik dari pihak kepala,atau pihak dinas terkait tutupnya.

Dan sampai berita ini diterbitkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepala SMP IT Nurul Yaqin maupun pihak pelaksana panitia pembangunan satuan atau pihak dinas terkait dan pihak media memberikan ruang bagi berbagai pihak yang akan memberikan klarifikasinya terkait dugaan dugaan tersebut.


Reporter: Isak