Ini Ucap Kepsek terkait Dugaan Revitalisasi Gedung Sekolah SMKN 16 Pandeglang Diduga Tak Sesuai Kontruksi Dan Pengurus Komite Disinyalir Oknum ASN Berstatus Kepala MTS.

Ini Ucap Kepsek terkait Dugaan Revitalisasi Gedung Sekolah SMKN 16 Pandeglang Diduga Tak Sesuai Kontruksi Dan Pengurus Komite Disinyalir Oknum ASN Berstatus Kepala MTS.

justice-post.com
Pandeglang-Banten/ Dalam pengerjaan proyek strategis nasional revitalisasi sekolah menengah atas kejuruan yang bertitik lokasi di SMKN 16 Pandeglang Banten,Diduga tak sesuai RAB dalam pengerjaannya.Dan disinyalir salah satu pengurus komite sekolah atau anggota komite ada yang Berstatus ASN menjabat sebagai kepala MTS  terdengar kabar Oknum ASN yang menjadi komite itu lah yang berfungsi atau berperan aktif dalam pengurusan proyek pengerjaan tersebut di banding ketua komite yang aslinya.Dan diduga pengerjaan proyek revitalisasi di SMK N 16 juga diduga Asjad alias asal jadi tak sesuai RAB.

Pasalnya."Saat tim investigasi Gabungnya wartawan Indonesia (GWI) DPC Pandeglang datang kelokasi pekerjaan diduga pasangan pondasi tidak menggunakan amparan pasir 0.05 cm.Dan pasangan pondasi terlihat masih banyak yang berlubang disinyalir tidak isi adukan pasir semen.Serta konstruksi pemasangan cakar ayam diduga kuat tak benar,Yang semestinya di buat lantai kerja dengan ukuran ketebalan 0.05 cm dan juga disinyalir pengurus atau Anggota Komite sekolah tersebut Berstatus ASN dan bertugas di Di MTS,Sialnya lagi menurut sumber yang tak mau di sebutkan identitasnya mengatakan." Bahwa komite sekolah yang asli tidak di fungsikan sebagai mana mestinya malah oknum ASN yang berdinas di MTS selaku kepala itulah yang berperan aktif dan hal tersebut menjadi tanda tanya besar.

Kepala sekolah SMKN 16 Pandeglang saat memberikan keterangannya kepada awak media via pesan WhatsApp mengatakan."Gini deh mas , saya mah orangnya simple, gak mau berbelit belit. ucapannya bisa di pegang, insya Allah jika pekerjaan pembangunan ini sudah selesai dengan selamat, saya akan menyisihkan semampunya untuk mas, karena saya juga masih belum tau sampai saat ini apakah anggaran ini cukup sampai selesai, pahitnya tadak ada kelebihan, akan saya keluarkan secara pribadi dari kantong saya, tentunya semampu saya juga, dengan kondisi tidak ada pemberitaan pemberitaan yang merugikan kami, tidak datang beramai ramai biarkan kami kerja dengan tenang, guru mengajar dengan nyaman, kalo seperti tadi datang beramai ramai itu maaf sudah membuat temen temen guru tidak nyaman, sekedar info, kami khususnya saya pribadi sebagai kepsek sangat tidak menginginkan diberi tugas pembangunan ini, kami lebih senang terima jadi sehingga kami bisa fokus mengajar&mendidik siswa, terima kasih atas pengertiannya ujarnya dalam pesan WhatsApp.

Dan sialnya lagi kepala sekolah membawa nama salah satu institusi yang ada negara ini bahwa ucapnya dalam pesan WhatsApp salah satu institusi tersebut menawarkan untuk membackup pekerjaan tersebut dan katanya bila ada apa-apa suruh lapor ke mereka dan bila ada dugaan penyalah gunaan dana kepala sekolah siap klarifikasi di tempat yang legal demikian penggalan dalam pesan WhatsApp kepada awak media.

Umaedi atau sering disebut Umek Ketua lembaga Investigasi Negara DPC Pandeglang  sangat menyayangkan ucapan Kepala sekolah via pesan WhatsApp kepada awak media.

Ia mengatakan." Kenapa kepala sekolah menyebut nyebut salah satu institusi di negeri ini menawarkan untuk membackup pekerjaan tersebut,Apakah ingin menakut nakuti awak media,Perlu di ketahui bahwa insan pers tersebut bekerja diatur oleh undang-undang dan bekerja sesuai Undang undang yang sudah di tetapkan tegasnya.

Lanjut Umaedi mengatakan." Belum lagi terkait salah satu pengurus atau anggota komite yang disinyalir dari ASN dan saya menyayangkan ucapan beliau seolah olah anggaran tersebut tidak cukup untuk melaksanakan proyek ini.Wajib di ketahui bahwa proyek ini sudah ada perencanaan dari awal dan sudah di hitung dengan anggaran yang di gelontorkan sudah cukup,jadi seolah olah seperti ada sesuatu yang di sembunyikan takut tidak cukup apakah ada hal hal yang lain di luar PPH PPN tutupnya.

Reporter: Raeynold.