Publik Pertanyakan Anggaran DD Panimbang jaya Tahun 2025 Rp 290 juta untuk Siaga Kesehatan

Publik Pertanyakan Anggaran DD Panimbang jaya Tahun 2025 Rp 290 juta untuk Siaga Kesehatan

Pandeglang, Banten – 18 April 2026 --- Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) mengungkap kejanggalan anggaran dan pelayanan Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terkait operasional mobil siaga desa.

Berdasarkan data APBDes 2025, Desa Panimbang Jaya menerima Dana Desa sebesar  Rp 1.862.694.000 dengan status Desa Mandiri.  
Pos “Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan” dianggarkan sebesar Rp 290.000.000,-

Bukti Chat WA: dugaan intimidasi yang berpotensi kepada pungutan Dibebankan ke Warga Miskin
GWI mengantongi bukti percakapan WhatsApp dari oknum yang di duga perangkat desa yang mengarah kan sumbangan ke warga sekitar untuk operasional,bensin dengan alasan tidak ada anggaran:

 _"Tlpn pk lurah y minta d sumbang utk bensinnya, kmaren supir y pulng² bli bensin it, gada anggaran bensin/servis/cuci mobil, supir cma dpt 700rb dibagi 2 orang dan kluarnya 3-4 bulan skali, sama² membantu teh, knp ga iuran masyarakatnya teh, biar ga beban k supir siaga."_

 _"Kdepannya kordinasi sama kadus/rt/rw setempat, masyarakat brsama."_

_"Biar sy paham masyarakat stempat/kadus/rt/rw stmpat tdk bsa saling membantu. desa sdh mnyediakan supir+mobil tp masyarakat tdk saling gotong royong brsama ktika ad yg membutuhkn"_

Chat ini dikirim saat tim relawan mendampingi pasien lansia miskin *Carta, 81 tahun*, warga Kp. Sinar Laut RT/RW 01/011, yang butuh rujukan darurat.

Pelanggaran dan Dugaan Intimidasi:
Melanggar Permendagri No. 20 Tahun 2018 Pasal 7 ayat 2: Operasional mobil siaga termasuk BBM wajib dibiayai APBDes, gratis untuk warga miskin/sakit darurat.
Melanggar UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan*: Menghalangi akses kesehatan dasar dengan pungutan.
 *Dugaan Intimidasi: Setelah tim mau pemberangkatan pasien  tim relawan mengaku mendapat tekanan lewat WhatsApp yang di duga berasal dari perangkat  desa aktif,

Tim investigasi Gambungnya wartawan indonesia M Sutisna 
Berpendapat jika tahun sebelumnya bisa di anggarkan 
Kenapa tahun 2026 tidak di anggarkan untuk siaga  kesehatan,

Tim red