Ketua GWI Pandeglang Soroti Pernyataan Kades Padamulya: Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Janji
justice-post.com
PANDEGLANG/Ramainya pemberitaan soal dugaan bantuan beras Bulog di Desa Padamulya, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, menuai perhatian luas dari masyarakat. Warga pun menanggapi serius pernyataan Kepala Desa Padamulya, Juman, yang dianggap tidak tepat dalam merespons persoalan tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan, Juman selaku Kepala Desa Padamulya berkilah bahwa dirinya akan menyampaikan penjelasan soal pemberitaan bantuan beras Bulog pada acara Muludan di Kampung Carodok yang rencananya digelar pada malam Selasa. “Nanti pas di acara muludan akan saya sampaikan terkait pemberitaan ini di hadapan jamaah sekitar seribu orang, dan kebetulan insya Allah hadir Wakil Bupati biar warga Padamulya tahu yang sebenarnya,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Salah seorang warga Desa Padamulya yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan sikap kepala desa. Ia menilai bahwa persoalan serius seperti bantuan sosial seharusnya dibahas dalam forum resmi desa, bukan diumumkan di pengajian.
“Masalah ini bukan hanya soal dua orang warga Padamulya atas nama Devi Anggraeni dan Allya yang tidak jelas keberadaannya, tapi ada 81 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang ditolak sistem. Nasib mereka ke depan bagaimana kalau tidak dapat bantuan lagi? Siapa yang akan bertanggung jawab?,” ujarnya dengan nada kesal.
Warga tersebut juga mengkritik rencana Kades yang hendak mengumumkan hal ini pada acara keagamaan. “Apakah pantas masalah seperti ini diumumkan di acara Maulid Nabi, yang seharusnya diisi dengan mubaligh, penceramah, dan pengajian? Ini kan bukan forum musyawarah desa (Musdes) atau forum resmi lainnya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang angkat bicara. Ia menilai bahasa yang digunakan kepala desa dalam menanggapi pemberitaan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. “Seharusnya kepala desa menjawab dengan jelas dan tegas terkait persoalan bantuan ini. Jangan malah melempar isu di forum yang tidak tepat. Masyarakat berhak mendapat kepastian, bukan pengalihan,” tegasnya.
Publik kini menunggu bagaimana kelanjutan sikap pemerintah desa, serta apakah benar Wakil Bupati akan memberikan klarifikasi dalam acara tersebut."
Tim/red











