Pembangunan Jembatan Kp.Pasir Buntu-SindangKarya Diduga Kuat Asjad

Pembangunan Jembatan Kp.Pasir Buntu-SindangKarya Diduga Kuat Asjad

Pandeglang-Banten / Tujuan anggaran Dana APBdes yang dialokasikan untuk pekerja proyek desa, khususnya melalui mekanisme Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Memastikan infrastruktur yang dibangun (jalan, irigasi, dll) bermanfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi dari upah yang diterima. 

Pekerjaan proyek desa dari APBdes wajib sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Hal ini untuk menjamin kualitas infrastruktur, transparansi anggaran, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. 

Tapi sialnya  pembangunan jembatan dengan volume 2,5X3 M dengan nilai anggaran Rp.29.931.000.- yang ada di Kp.PasirBuntu Desa SindangSari Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Sumber Dana APBdes Th.2026 tahap 1 Dengan pihak pelaksana TPK desa diduga kuat Asjad alias asal jadi

Pasalnya." Saat tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang mendatangi lokasi pekerjaan pada-Rabu-22-04-2026. Terlihat jelas lantai jembatan tidak memakai besi sebagai penguat penahan untuk dilalui atau dilintasi.

Salah satu warga sekitar sebut saja OJ saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan." Oh inimah pekerja desa langsung aja ke PJ kepala desa saja atau ke carik tanya pak,Kami kurang faham terkait masalah pekerjaan jembatan tersebut singkatnya.


Sayangnya PJ Kepala desa saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp oleh awak media terkait hal tersebut diduga memilih diam alias bungkam.

Raeynold Kurniawan ketua GWI pandeglang angkat bicara." Pembikinan jembatan wajib menggunakan besi (beton bertulang/rangka baja) pada bagian lantai agar jembatan memiliki kekuatan struktural yang tinggi, tahan lama, aman dilalui beban berat, serta stabil bila hal tersebut tidak ada bagai mana akan kuat, Yang ada hanya hambur hambur uang negara tegasnya.

Jangan di lihat dari nominal anggaran berapa pun nilai anggaran bila itu pekerjaan proyek apapun ya harus sesuai spesifikasi, Kami minta kepada semua pihak terkait maupun inspektorat agar evaluasi kembali hasil pekerjaan tersebut dan bila benar tidak sesuai spesifikasi ya ambil sikap tegas sesuai aturan tutup ketua GWI.


Reporter: Isak Setiawan.