Pembangunan Saluran Drainase Dan Rabat Beton DD Tahap II Di Desa Saketi Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terkesan Asal Jadi.

Pembangunan Saluran Drainase Dan Rabat Beton DD Tahap II Di Desa Saketi Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi dan Terkesan Asal Jadi.

Justice-post.com
Pandeglang-Banten / Kegiatan pembangunan saluran air Drainase yang berlokasi Kp.Sakeri Pasir Desa Saketi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang Banten,  Diduga tidak sesuai Spesifikasi dan terkesan asal jadi, Di tambah lagi Pembangunan Rabat Beton Berlokasi Kp. Dukuh Mukid. Diduga beton yang lama tidak di bongkar langsung di timpah dengan  beton yang baru.

Hal ini diketahui pantau di lokasi tim Investigasi Dari GWI (Gabungnya Wartawan Indonesia) DPC Pandeglang Pada Hari Minggu 09/11/2025,.


Dari hasil pantauan di lokasi pengerjaan drainase muncul lah dugaan:

1- Diduga pekerjaan drainase tidak di berikan amparan pasir ukuran 0,05 

2-Diduga Dasaran tidak diberikan adukan semen terlebih  dahulu, hanya saja terlihat batu di tumpuk lalu di kasih adukan semen bagian atasnya pengerjaan.

Atas kejanggalan ini tim Investigasi berupa untuk memberikan informasi kepada pihak yang bertanggung jawab, oleh karena itu pihak TPK tetapi disayangkan pihak TPK tidak ada di lokasi.

Salah satu pekerja drainase yang tak mau disebutkan inisialnya saat dikonfirmasi mengatakan." Kalau soal HOK di borong pak, Dan tadi pagi mah ada pak tim TPK ujarnya.

Berikutnya rincian anggaran kegiatan pembangunan di anggarkan oleh Dana Desa Tahap 2 Dengan Nilai Rp 70.309.000 Dengan ukuran Volume 125M (58,75 M3) untuk Drainase untuk anggaran Pembangunan Rabat beton Rp 31.913.000 Kp Dukuh Mukid Tahap II DD 2025 Dengan Volume 150 MX 1,2 x 0,1

Ketua GWI DPC pandeglang Raeynold Kurniawan mengatakan." Kami sangat menyayangkan pekerjaan dari dana desa dalam pengerjaannya terkesan Asjad alias asal jadi tanpa mementingkan kualitas dan kuantitas,Sudah banyak contoh pekerjaan yang masih seumur jagung sudah rusak parah,ini akibat minimnya kepengawasan dan dalam pengerjaan diduga terlalu banyak pengurangan yang akhirnya tak sesuai spek .Apakah untuk meraup keuntungan lalu tak memikirkan kualitas dan kuantitas pungkasnya.

Sampai berita ini di terbitkan pihak kepala desa Saketi belum sempat di temui untuk diminta keterangannya.

Reporter: Isak