Dapur MBG Cibaliung, Yayasan Permadani Rahayu Diduga Menu Tidak Sesuai Standar Dan Dikeluhkan Masyarakat 

Dapur MBG Cibaliung, Yayasan Permadani Rahayu Diduga Menu Tidak Sesuai Standar Dan Dikeluhkan Masyarakat 

Justice-post.com
Pandeglang-Banten / Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Permadani Rahayu di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikeluhkan oleh sejumlah orang tua siswa. Mereka menilai menu makanan yang diberikan kepada siswa diduga tidak memenuhi standar kelayakan.kamis (5/3/2026).

Beberapa orang tua siswa dan juga masyarakat lokal mengeluhkan menu yang dibagikan diduga tidak sesuai standar.

Mereka mengatakan kepada awak media dan tidak mau disebutkan inisialnya satu persatu hampir mengatakan hal yang serupa bahwa." Menu yang disajikan oleh dapur MBG tersebut yang diterima anak-anak mereka diduga kuat tidak diberikan setiap hari, melainkan dalam bentuk stok untuk tiga hari dalam artian 3 hari dibagikan sekaligus dalam 1 hari (Di Rapel) ucap para wali murid dan warga lokal.

Menurut keterangan orang tua siswa," Setiap anak menerima satu paket yang berisi 3 kotak susu dan tiga bungkus makanan lainnya yang diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari.

“Satu siswa menerima satu paket yang isinya tiga susu kotak dan tiga bungkus makanan lain untuk stok tiga hari dan kami menilai menu yang dibagikan itu diduga tidak sesuai ketentuan ujar salah satu orang tua siswa kepada awak media.

Awak media kemudian mencoba melakukan konfirmasi kepada Aep selaku pengelola dapur MBG Yayasan Permadani Rahayu melalui pesan WhatsApp terkait sistem pemberian makanan tersebut. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memberikan penjelasan dan memilih tidak memberikan tanggapan.

Sementara itu, tim investigasi dari Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) juga mencoba mengkonfirmasi pihak keamanan (satpam) di lokasi. Dalam keterangannya, satpam tersebut menyatakan."  Bahwa saya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh ujarnnya.

Namun ia menjelaskan." Bahwa Yayasan Permadani Rahayu mengelola sejumlah sekolah yang berada di dua desa, yakni Desa Cihanjuang dan Desa Cibingbin di Kecamatan Cibaliung,Yang dikelola oleh yayasan itu sekolah dari tingkat SD, TK, PAUD sampai SMP di dua desa, yaitu Cihanjuang dan Cibingbin ungkapnya.

Menanggapi adanya aduan tersebut, tim investigasi GWI Pandeglang diwakilkan M.Sutisna menyayangkan hal tersebut ia mengatakan." Jika benar program MBG yang dikelola oleh yayasan tersebut tidak memenuhi standar kelayakan sebagaimana yang diharapkan dalam program yang didanai oleh negara kuat dugaan kami dalam menu yang disajikan ada markup anggaran tegasnya.

M.Sutisna juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG tersebut, agar makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi karena selama ini diduga walaupun ada SPPG akan tetapi kenyataannya di lapangan apa yang disajikan diduga tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan, Yang kami ketahui dari anggaran Rp.15 ribu tersebut yang dua ribu untuk keuntungan mitra dapur, Yang 3 ribu untuk biaya operasional dan lain-lain, Yang Rp.10 ribu untuk menu kelas 4 SD keatas dan yang 8 Ribu untuk kelas 3 kebawah, Jadi kami minta yang anggaran untuk menu tolong jangan ada pengurangan lagi, Dan bila itu dilakukan oleh oknum oknum dapur MBG jelas itu adalah tindakan pidana tutup M.Sutisna.

Hingga berita ini diterbitkan, Pihak pengelola MBG Yayasan Permadani Rahayu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai aturan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Ian