Dapur MBG Kecamatan Wanasalam Diduga Markup Anggaran Jadi Sorotan Biro Hukum Pendekar Banten

Dapur MBG Kecamatan Wanasalam Diduga Markup Anggaran Jadi Sorotan Biro Hukum Pendekar Banten

Justice-post.com
Cepi Umbara selaku Kabiro Hukum Pendekar Banten sekaligus organisasi Pendekar Banten Korcam Wanasalam angkat suara terkait dapur MBG yang ada di wilayah Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten diduga kuat banyaknya pemangkasan anggaran.

 " Sejumlah dapur MBG yang beroperasi di daerah kecamatan Wanasalam kami menduga tidak optimal, bahkan terdapat indikasi yang cukup kuat mengenai dugaan pemangkasan anggaran yang telah secara resmi ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk program ini, 15 Ribu.itu yang 2 ribu untuk mitra dapur yang 3rb untuk biaya operasional dan lain lain, 10 ribu untuk Penerima manfaat dari kelas 4 SD keatas dan 8 ribu untuk kelas 3 kebawah. Tetapi kenyataannya di lapangan yang kami temukan jauh dari standar yang sudah ditentukan tegasnya.

Menurut informasi yang diperoleh, tidak hanya dari hasil pantauan langsung yang dilakukan oleh pihaknya, tetapi juga dari banyaknya laporan yang terus mengalir dari kalangan wali murid siswa serta masyarakat luas di Kecamatan Wanasalam. Semua laporan tersebut menunjukkan bahwa kondisi yang terjadi saat ini sudah jelas-jelas sangat merugikan tidak hanya bagi masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagi negara Kesatuan Republik Indonesia secara keseluruhan.

Salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah kualitas dan nilai gizi menu MBG yang disajikan bahkan hingga hari ini. Cepi Umbara menegaskan bahwa menu yang diberikan sangat tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk program MBG. Setelah dilakukan perhitungan yang cermat, pihaknya menyimpulkan bahwa nilai rupiah yang terkandung dalam makanan yang diberikan kepada setiap penerima manfaat selama tiga hari (Di Rafel)  hanya sekitar Rp 20.000 saja. Angka ini sangat jauh dari target anggaran yang telah dialokasikan, yang seharusnya dapat memberikan makanan yang berkualitas dan bergizi sesuai dengan kebutuhan siswa serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam kesempatan ini, perwakilan wali murid siswa beserta pihak pendekar Banten Korcam Wanasalam juga mengajukan permintaan yang tegas kepada pihak APH setempat agar segera turun tangan untuk menangani kasus ini. Mereka meminta agar pihak APH segera memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak pengelolah dapur MBG yang beroperasi di Kecamatan Wanasalam. Apabila setelah dilakukan penyelidikan mendalam ternyata dugaan pemangkasan anggaran tersebut terbukti benar adanya, maka pihak pengelolah yang bersangkutan harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum.

"Kami menegaskan bahwa jika dugaan ini terbukti ada, maka hal ini bukanlah hal yang dapat dianggap remeh. Pihak yang bersalah harus dihadapkan pada proses hukum yang sesuai dan dijatuhkan sanksi yang tegas. Jangan sampai ada unsur pandang bulu atau perlakukan khusus dalam penanganan kasus ini, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang dan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah," ujar perwakilan wali murid yang turut hadir dalam penyampaian pemberitaan ini.

Semua pihak berharap bahwa dengan adanya penanganan yang cepat, tepat, dan transparan dari pihak berwenang, masalah yang terjadi pada dapur MBG di Kecamatan Wanasalam dapat segera diselesaikan, sehingga program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat khususnya siswa dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan tujuan awal dibentuknya.


Ian