Polemik Dapur MBG Yayasan CKBN, Begini Kata Ketua SPPG Desa Gunung Batu
Pandeglang, Polemik dugaan ketidaksesuaian menu MBG (Makan Bergizi Gratis) dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten. Menuai kontrovrrsi memanas, ini terjadi adanya statement pihak Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia menuding sejumlah media.
Dalam cuitannya di berbagai media online, pihak Dapur MBG mengatakan pemberitaan yang di tulis wartawan, secara sepihak. Tanpa adanya melakukan konfirmasi ke pihak dapur penyelenggara," kami menyesalkan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi, program ini dijalankan dengan tanggung jawab dan sesuai mekanisme. Jangan sampai opini yang tidak utuh merugikan lembaga dan mencederai kepercayaan masyarakat,” komentar (S) yang di lansir dari salah satu media online
Hal tersebut akibat statement yang di keluarkan oleh (S) mengaku sebagai perwakilan Dapur Yayasan MBG di Kabupaten Pandeglang sekaligus mengatasnamakan diri sebagai media. (S)menegaskan bahwa pemberian MBG tersebut disusun berdasarkan pedoman dan standar gizi yang ditetapkan, serta memiliki komposisi variatif sesuai jadwal dan perencanaan distribusi.
Menurutnya, video berdurasi singkat yang beredar di tengah masyarakat tidak menggambarkan keseluruhan sistem pengadaan, pengolahan dan pengawasan," kami siap membuka data serta melakukan evaluasi bersama pihak berwenang guna memastikan transparansi dan akuntabilitas program.
" kami meminta media yang bersangkutan menghormati hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mengedepankan asas praduga tak bersalah agar publik tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi menyeluruh" masih Ungkapan (S) yang di lansir
Dengan adanya versi dari pemberitaan tersebut, mendapat respons keras dari Gabungan wartawan tergabung di Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia dan Lembaga (GOWIL).
Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Lembaga Investigasi Negara (LIN), Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) DPC Kabupaten Pandeglang, Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), serta Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara Indonesia (YBH PBHNI) Provinsi Banten.
Salah satu koordinator GOWIL, Raeynold Kurniawan, menganggap jika sebelumnya pihaknya melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi terkait vidio itu kepada Kepala SPPG Yayasan Cahaya Kasih Bumi Nusantara Indonesia. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada jawaban resmi yang diterima," kami paham akan kode etik kami, makanya sebelum pemberitaan ini kami muat, kami sudah layangkan surat konfirmasi terhadap Ketua SPPG," ujar Raenold Kurniawan kepada awak media
Pihaknya juga tidak menerima akan adanya dugaan tuduhan terhadap organisasi nya," dengan adanya pemberitaan yang menuduh media menayangkan berita sepihak, kami tidak sepakat, alasan kami ...kami sudah sesuai kode etik," tltegasnya.
Kata Raenold, pihaknya sangat menjunjung tinggi Undang-Undang Pers, termasuk hak jawab dan koreksi bagi bersangkuta. Jika ingin minta hal jawab, kami sediakan kok hak jawabnya, namun harus sesuai media yang memberitakan, itu aturanya. Bukan mengeluarkan statemen di media lain, dan pada akhirnya kami menduga sifatnya provokatif” ujar Raeynold.
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh organisasi tergabung dalam GOWIL
Saat wartawan mengkonfirmasi kepada pihak SPPG Desa Gunung Batu melalui via telpon WhatsApp, pihaknya membenarkan adanya pemberitaan tersebut," kami memang menerima konfirmasi dari awak media, namun kami tidak menjawab karna terus skrol chatnya," ungkap Muklis Ketua SPPG Yayasan tersebut.
Dirinya juga mengatakan jika menu yang di vidio, adalah menu buat kelas satu," sebelum kami berikan kepada para siswa, daftar menu juga sudah di list sebelumnya, memang itu anggaran nya 8000 rupiah," masih terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, polemik antara pihak yayasan dan gabungan organisasi wartawan tersebut masih berlangsung. Publik pun diharapkan dapat menyikapi persoalan ini
M.Sutisna











