Pelaksanaan Pekerjaan Revitalisasi Gedung Sekolah SMKN 16 Pandeglang Diduga Tak Sesuai Konstruksinya.

Pelaksanaan Pekerjaan Revitalisasi Gedung Sekolah SMKN 16 Pandeglang Diduga Tak Sesuai Konstruksinya.

justice-post.com Pandeglang-Banten/ Proyek strategis nasional revitalisasi sekolah menengah kejuruan kali ini bertitik lokasi di SMKN 16 Pandeglang,Dengan pekerjaan Revitalisasi gedung sekolah,Sumber dana APBN 2025 Dan besaran dana Rp.1.785.059.00 Satu miliar tujuh ratus delapan puluh lima juta lebih ini yang di kerjakan oleh Panitia pembangunan satuan pendidikan SMKN 16 Pandeglang desa sinar galih kecamatan Mandala wangi kabupaten Pandeglang provinsi Banten,Diduga kuat dalam pengerjaannya tak sesuai konstruksi atau asal jadi tanpa mementingkan kualitas dan kuantitas dari hasil pekerjaan tersebut.

Pada saat tim investigasi GWI Gabungnya wartawan Indonesia DPC Pandeglang mendatangi lokasi pekerjaan pada Senin/25/2025 terlihat dalam pengerjaannya ada kejanggalan dan tidak bertemu siapapun yang bertanggung jawab di lokasi pekerjaan,baik dari pihak pengawas dinas,komite sekolah maupun pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

Security sekolah yang namanya tidak di sebutkan mengatakan."Kepala sekolah disini mah perempuan kebetulan lagi keluar sama bendahara,Kalo untuk komite tidak hadir kesekolahan singkatnya.

Lain halnya dari pengakuan beberapa rekan media Mengatakan." Kalo kemarin lebih parah lagi gerbangnya gak di bukain kami tidak boleh masuk ujar rekan media.

Raeynold Kurniawan ketua GWI Gabungnya wartawan Indonesia DPC Pandeglang mengatakan." Dari hasil penelusuran Tim investigasi kami di sini kuat dugaan kami pekerjaan tersebut Asjad  alias asal jadi.

Dugaan pelanggarannya.
1.pasangan pondasi tidak menggunakan amparan pasir 0,0,5 cm.
2.pasangan pondasi terlihat masih banyak yg berlubang, tidak di isi adukan pasir dan semen, dan pasangan pondasi ini tidak sesuai aturan yang benar.

3.kontruksi pemasangan pembesian untuk pemasangan cakar ayam, itu diduga kuat  tidak benar. Yang seharusnya di buat lantai kerja, dengan ukuran tebal 0,5.cm. 

4.bahwa pasangan cakar ayam tidak menggunakan lantai kerja. 0,5.cm.

Jadi kuat dugaan kami disini kurangnya pengawasan dari pihak dinas dan konsultan pengawas.dan kami seolah olah di bikin mati langkah harus konfirmasi kemana terkait hal tersebut tegasnya ketua GWI Pandeglang.

Lanjut ketua GWI Pandeglang mengatakan." Kami pastikan akan layangkan surat permohonan konferensi pers dan klarifikasi ke dinas, Terkait hal tersebut.Karena ini gedung sekolah dan anggaran yang begitu besar jangan semaunya saja dalam membangun tanpa mementingkan kualitas dan kuantitasnya tutup raeynold.

Dan sampai berita ini di terbitkan pihak sekolah maupun pihak dinas atau pun pengawas pekerjaan tersebut belum bisa di temui untuk diminta keterangannya.

Reporter : Isak