Part II--GWI Soroti Pekerjaan Peningkatan Jalan Cimanying-Jiput Pelaksana PT.Pikra Putri Mandiri Diduga Asjad.
Justice-post.com
Pandeglang-Banten / Ramainya pemberitaan di media online terkait pengerjaan peningkatan jalan Cimanying-Jiput lokasi pekerjaan kabupaten Pandeglang, Pihak pelaksana PT.Pikra Putri Mandiri dan konsultan pengawas PT.Arkade Gahana Konsultan, PT.Otoman Architecture diduga dalam pengerjaannya ASJAD alias asal jadi.
Dengan Dugaan:
Pemadatan diduga tak lagi menggunakan amparan pasir. Dan dalam pengerjaan drainase juga diduga kuat asjad alias asal jadi .
Temuan pembikinan drainase:
1. Sebelum peletakan batu pertama harus ada urugan pasir 0,5 cm. Dan di atas pasir urug harus ada adukan pasir dan semen ukuran, 0,5 cm diduga hal ini tidak dilakukan.
2. Diduga pemasangan drainase di dalam genangan air.
4. Dari sisa genangan air campur lumpur, harus di seret ke pinggir, atau lumpurnya harus di buang diduga hal ini tidak dilakukan
5. Setelah tidak ada lumpurnya, peletakan batu pertama drainase di atas lumpur yang berair harus di kasih adukan kering terlebih dahulu diduga hal ini tidak dilakukan.
6. Diduga para pekerja tidak dilengkapi APD (Alat pelindung Diri)
7. Diduga Pemasangan Batu Pondasi Drainase Tidak digali terlebih dahulu.

Raeynold Kurniawan ketua GWI (Gabungnya Wartawan Indonesia) DPC pandeglang yang telah menyoroti pekerjaan tersebut dari awal mengatakan." Kami sangat menyayangkan pihak dinas terkait.Dengan Ramainya pemberitaan yang sudah terbit di beberapa media on-line terkait dugaan pelaksanaan pekerjaan yang diduga tak sesusah spesifikasi,Akan tetapi tidak ada tindak lanjut dari pihak dinas terkait dan saat ini sudah masuk dalam tahap proses akan pengaspalan tapi dugaan kami dalam pemadatan sudah tidak beres tegas ketua GWI.
Lanjut Raeynold Kurniawan mengatakan." Dokumentasi terkait dugaan tidak sesuai spesifikasi sudah kami kantongi dari awal dan sampai saat ini, Kami dari GWI akan layangkan kan surat konferensi pers dan kemungkinan lanjut ke lapdu terkait dugaan pekerjaan jalan tersebut yang tak sesuai spesifikasi. jadi kami menduga ini lemahnya pengawasan baik dari pihak konsultan pengawas maupun pihak dinas terkait apalagi ini masa kerja nya sudah kelewat pungkas ketua GWI Pandeglang.
Dan sampai berita ini diterbitkan pihak media masih berusaha untuk bisa menghubungkan pihak pelaksana meminta klarifikasinya terkait dugaan dalam pekerjaan tersebut.
Isak











