Bantuan Dari Dinsos Kabupaten Pandeglang Diduga Tak Layak Dikonsumsi
Justice-post.com, Pandeglang, Banten | Sungguh sangat disayangkan di duga bantuan dari Dinas Sosial kabupaten Pandeglang Banten tak layak untuk di konsumsi.
Tim Grib Jaya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten Asep mengatakan. "Kami sangat menyangkan bantuan yang diterima Ibu Anah di Kampung Sidamukti Pesisir RT/RW 03/05 Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten pada tanggal 24 Maret 2025, sungguh memprihatinkan. Bantuan berupa dua bungkus mie instan, tiga setengah liter beras, selimut dan kasur, terlalu minim untuk memenuhi kebutuhan seorang janda tua dan anaknya yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Jumlah bantuan tersebut tidak memadai untuk mengatasi permasalahan dasar mereka, terutama mengingat kondisi kesehatan anak Ibu Anah, dan anehnya lagi disinyalir mie instan yang diberikan pun kemasannya bolong, ini jelas ada unsur kelalaian ucap Asep.
Anah selaku penerima bansos tersebut mengatakan. "Kalo bungkus mie itu memang sudah bolong waktu di kasihkan memang sudah bolong, dan bolongnya itu dari kantong wadah yang isinya ada beras, mie instan dan minyak, dan bolongnya itu tembus ke kantong wadah beras dan bungkus mie instan ujarnya.
Diduga pihak Dinsos tidak teliti dan disinyalir ceroboh, semestinya dalam pembagian bansos juga harus lebih teliti dari segi sembako yang akan di bagikan dan pendataan agar kesenjangan antara kebutuhan nyata warga yang rentan dan bantuan yang diberikan. Perlu dilakukan evaluasi terhadap program bantuan sosial di Kabupaten Pandeglang untuk memastikan bantuan yang diberikan relevan, memadai, dan tepat sasaran. Dan juga kualitas bantuan juga perlu diperhatikan. Untuk dampak kesehatannys Selimut dan kasur yang diberikan perlu dipastikan layak dan memenuhi standar minimal untuk kenyamanan dan kesehatan.terutama
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial. Mekanisme pelaporan dan verifikasi data penerima manfaat perlu diperkuat agar bantuan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan penerima manfaat. Diperlukan juga upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental bagi anak Ibu Anah, serta program pemberdayaan ekonomi bagi Ibu Anah agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara berkelanjutan.
Sampai berita ini diterbitkan pihak Dinsos Kabupaten Pandeglang sendiri belum bisa ditemui untuk dimintai keterangannya. (M.Sutisna/Red)











