Diduga BLUD UPT Puskesmas Cibaliung Tidak Transparan Terkait Biaya Rawat Inap Dan Disinyalir Ada Manipulasi Data Administrasi.

Diduga BLUD UPT Puskesmas Cibaliung Tidak Transparan Terkait Biaya Rawat Inap Dan Disinyalir Ada Manipulasi Data Administrasi.

Justice-post.com, Pandeglang, Banten | Struk atau bukti pembayaran seharusnya diberikan setelah membayar biaya rawat inap di puskesmas. Struk ini berfungsi sebagai bukti transaksi yang sah dan penting untuk berbagai keperluan, termasuk jika ada klaim asuransi atau jika sewaktu-waktu pasien membutuhkan informasi terkait pembayaran.

Pasien berhak mendapatkan struk pembayaran sebagai bukti sah atas transaksi yang telah dilakukan. Struk ini mencakup rincian biaya yang dibayarkan, tanggal transaksi, dan identifikasi puskesmas.

Pentingnya Struk, Struk pembayaran sangat penting untuk,Bukti Pembayaran, Struk menjadi bukti bahwa pasien telah membayar biaya rawat inap.


Klaim Asuransi: Jika pasien memiliki asuransi kesehatan, struk dapat digunakan sebagai bukti untuk mengajukan klaim, Rekonsiliasi Keuangan, Struk membantu pasien dalam melakukan rekonsiliasi keuangan pribadi, Transparansi Keuangan, Struk memberikan transparansi terkait biaya yang dibebankan kepada pasien, Keperluan Lain, Struk dapat digunakan untuk keperluan administrasi lainnya, seperti pelaporan pajak atau keperluan lainnya, Jadi puskesmas berkewajiban untuk memberikan struk pembayaran kepada pasien setelah transaksi pembayaran selesai.

Tapi sialnya diduga di Puskesmas Cibaliung Kabupaten Pandeglang provinsi Banten hal tersebut tidak di lakukan dan disinyalir juga ada manipulasi data administrasi.

Pasalnya. "inisial (A) membawa keponakannya yang masih berumur 10 bulan ke Puskesmas Cibaliung disinyalir menderita penyakit muntaber Pada Malam sabtu 13/06/2025 pukul, 19:30 Karena kami tak ada BPJS maka kami berobat umum.Setelah di diagnosa oleh perawat keponakan saya yang masih balita itu di infus tapi sayangnya sampai dua kali di lakukan percobaan memasuki jarum infus selalu gagal.Akhirnya pas pergantian shif jaga di coba lagi kali ini yang melakukannya perawat laki-laki dan sampai 4 kali percobaan masukin jarum infus alhamdulilah berhasil.

Masih inisial (A) mengatakan akhirnya keponakan saya di rawat. Dan kira-kira pukul' 15:00 kami di panggil petugas jaga dan di suruh beli obat LAKTA B ke apotik sebanyak 4 butir. Singkat cerita keponakan saya di rawat dari jam 8 malam sampai jam 5 sore, Yang bikin kami aneh dan bertanya-tanya saat pembayaran kami tidak di berikan struknya dan hanya di berikan kwitansi lalu saya memaksa ingin minta struknya tapi hanya di kasih lihat akhirnya saya fhoto saja karena tidak diberikan,parahnya lagi itu kwitansi tidak ada cap resminya hanya kwitansi biasa dan waktu itu biaya yang kami bayarkan Rp. 850.000.-.

Lanjut inisial (A) mengatakan."Dari struk yang saya fhoto itu saya kaji lagi dan di struk tersebut tertera visite dokter 4 kali yang pada faktanya saya yang menjaga belum pernah sekalipun ada dokter yang melihat atau mengecek keponakan saya tersebut urainya dengan nada bingung.

Raeynold Kurniawan ketua GWI Gabungnya wartawan Indonesia DPC Pandeglang mengatakan. "Dalam hal ini kuat dugaan kami pihak puskesmas cibaliung sudah melanggar Dari aturan yang di tetapkan.karena Puskesmas berkewajiban untuk memberikan struk pembayaran kepada pasien setelah transaksi pembayaran selesai. Jika puskesmas tidak memberikan struk, tidak diberikan, Anda dapat melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwenang, seperti Dinas Kesehatan setempat tegasnya.

Lanjut ketua GWI mengatakan. "Dan dalam hal ini disinyalir pihak puskesmas cibaliung kuat dugaan kami telah melakukan manipulasi administrasi untuk meraup keuntungan.Kami sangat mengecam tindakan yang di lakukan oleh pihak puskesmas karena jelas bila terbukti benar hal tersebut maka ini sudah pidana dan wajib di tindak secara tegas.jadi kami menghimbau kepada kepala dinas kesehatan kabupaten Pandeglang agar memanggil kepala puskesmas cibaliung dan bila terbukti benar maka berikan sanksi tegas sesuai aturan dan bila perlu bawa ke ranah hukum.karena ini menyangkut pelayanan kesehatan terhadap masyarakat kecil.Dan kami pastikan darii GWI akan layangkan surat permohonan konferensi pers ke dinas kesehatan kabupaten Pandeglang terkait hal ini tutupnya.

Dan sampai berita ini diterbitkan pihak kepala puskesmas cibaliung atau pun pihak puskesmas cibaliung sendiri belum sempat di temui untuk diminta keterangannya. (Yanti/Red)