Salah Satu Aktivis Pandeglang Nyaris Jadi Korban Pengeroyokan.
Pandeglang-Banten / Rohmat salah satu aktivis di kabupaten Pandeglang nyaris jadi korban pengeroyokan dan ia melakukan laporan pengaduan (lapdu) di Polsek Pagelaran, terkait insiden dugaan ancaman pengeroyokan dan penganiayaan.
Peristiwa tersebut bermula saat Rohmat berinisiatif mendokumentasikan sebuah unit sepeda motor roda dua yang mengalami kecelakaan di wilayah Kampung Bojong Kondang Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang. Namun, tindakan tersebut justru memicu kesalah pahaman dari sekelompok orang di lokasi kejadian (Senin/23/Maret/2026).
Rohmat mengaku saat ia menengahi musibah kecelakaan lalulintas yang terjadi dilokasi tersebut tiba tiba ia mendapat intimidasi, ancaman, hingga nyaris menjadi korban pengeroyokan.
Rohmat mengatakan." Saat saya mau ambil fhoto dokumentasi." Secara tiba tiba beberapa orang yang berada di lokasi kejadian mencurigai saya fikir mereka saya akan melaporkan ke pihak kepolisian dan selanjutnya mereka melakukan pengeroyokan terhadap saya. Dengan cara mendorong,membentak dengan nada tinggi dan kasar dan bahasa yang mengandung unsur ancaman dan ada bahasa dari mereka." Jangan sampai dia lapor polisi Hajar, Habisi itu yang mereka ucapkan tutur Rohmat.
Akibat kejadian tersebut Rohmat akhirnya melakukan pelaporan resmi ke Polsek pagelaran agar dapat diproses secara hukum yang berlaku di negara RI ini.
Pihak Polsek Pagelaran menyatakan telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya kesadaran hukum dan keamanan warga dalam situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas.
Red











