Antisipasi Puncak Arus Balik, Ini Langkah Polres Klaten Cegah Lalu Lintas Macet
KLATEN- Gabungnyawartawanindonesia co.id-Meski arus balik Lebaran 2026/ 1447 Hijriah telah berlangsung sejak beberapa hari lalu, Polres Klaten tetap bersiaga penuh menghadapi potensi gelombang kedua arus balik. Fokus pengamanan kini dialihkan pada 28-29 Maret 2026, yang di prediksi akan menjadi titik puncak kepadatan kendaraan.
Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, menyatakan situasi lalu lintas di wilayah hukumnya sejauh ini memang menunjukkan tren yang positif. Arus mudik dan balik hingga hari ini terpantau lancar tanpa adanya kemacetan total yang menghentikan laju kendaraan. Selain itu, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tahun ini juga dilaporkan mengalami penurunan yang signifkan.
Namun, ia menekankan agar seluruh personel tidak lengah. Menurutnya, penundaan kepulangan sejumlah masyarakat, terutama aparatur sipil negara (ASN), akibat adanya kebijakan Work From Home ( WFH) dari pemerintah berpontensi menciptakan penu.pukan Volume kendaraan pada akhir pekan ini.
"Kami melihat masih banyak masyarakat yang saat ini berada di lokasi wisata atau masih di kampung halaman karena kebijakan WFH. Oleh karena itu, tanggal 28 dan 29 Maret ini perlu antisipasi khusus agar arus yang keluar dari arah Yogyakarta maupun menuju arah Barat tetap mengalir ", kata AKBP Moh Faruk Kamis(26/3/2026).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Klaten telah berkoordinasi intensif dengan Polresta Sleman dan Ditlantas Polda DIY. Strategi utama yang akan diterapkan adalah melakukan penarikan arus lalu lintas secara cepat dan mengalihkannya ke jalur- jalur alternatif yang memungkinkan jika jalur utama mulai padat.
Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian antara lain optimalisasi Exit Tol Prambanan yang mana akan dilakukan penarikan arus untuk kemudian dialihkan ke jalur alternatif jika nantinya terjadi kepadatan.
Manajemen U-Turn atau ruas putar balik juga akan situasiinal mengingat titik semacam itu kerap menjadi penyebab penumpukan kendaraan.
Selain itu, lanjut AKBP Faruk Satlantas akan menyiagakan tim urai yang bergerak untuk menangani kemacetan di titik-titik buntu atau pusat kepadatan. Kapolres juga menyoroti perilaku parkir kemacetan, terutama di sekitar pusat oleh- oleh dan rumah makan.
"Kami memberikan imbauan tegas kepada para pemilik restoran dan toko suvenir agar memastikan pengunjung parkir di dalam area kawasan mereka. Jangan sampai badan jalan digunakan untuk parkir, karena itu sangat menghambat kelancaran arus," tutupnya
M.Sutisna











