Diduga Santri MDTA Penerima Hibah di Pandeglang Banyak Yang Fiktif, Juga Terendus Ada Pungli Dari Oknum Pegawai Kemenag

Diduga Santri MDTA Penerima Hibah di Pandeglang Banyak Yang Fiktif,  Juga Terendus Ada Pungli Dari Oknum Pegawai Kemenag

Justice-post.com, Pandeglang, Banten | Dana Hibah Madrasah Diniah Takmiliyah Awaliah (MDTA) di Kabupaten Pandeglang sudah dicairkan, tapi Diduga banyak yang santrinya Fiktif dan jadi ladang bancakan oleh Oknum Kemenag Pandeglang.

Pasalnya, dana hibah tersebut dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang selain untuk insentif guru, peningkatan mutu dan Bimtek, diduga di Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan informasi dana Hibah di Kabupaten Pandeglang kurang lebih sebesar 8 miliyar untuk 1103 MDTA dan TPQ.

Hasil temua awak media dilapangan, diduga banyak MDTA yang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak sesuai dengan data yang di sampaikan, dengan katalain banyak santri Fiktif, dan data yang di sampaikan adalah siswa Sekolah Dasar Negeri di daerah tersebut, karena rata-rata pemilik dan Guru MDTA adalah Guru di salah satu sekolah dasar di wilayah MDTA, Juga diduga ada Oknum pegawai Kemenag melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada MDTA di Pandeglang, untuk potongan dana untuk pelatihan hanya ajang penutupi modus pungutan liar saja.

Untuk itu seharus Pihak APH bisa melakukan uji forensik terkait dengan kebenaran KBM MDTA penerima dana hibah di Kabupaten Pandeglang (Hudori/Red)